v Latar Belakang
Pegas sering kali kita mendengarkannya, tapi terkadang kita lupa dimana kita
dapatkan getaran tersebut. Kalau kita perhatikan lebih detail, getaran pegas
terdapat disekitar kehidupan kita. Suspensi sepada montor salah satu contoh
dalam kehidupan sehari – hari.
Mungkin kita ketahui dimana saja getaran pegas itu terjadi tapi tidak
mengetahui kenapa bisa seperti itu, reaksi apa yang terjadi, dan apa manfaatnya
dalam hidup ini. Maka dari itu untuk mengetahui lebih jelasnya kita lakukan
sebuah praktukum tentang getaran pegas ini.
v Tujuan
1. Menentukan konstanta pegas.
v Rumusan masalah
1. Bagaimana cara menetukan konstanta pegas?
2. Berapakah percepatan gravitasi berdasarkan getaran pegas ?
BAB II
TINJAUAN PUSATAKA
v Dasar Teori
Getaran adalah gerakan relatif dari massa dan
elastisitas benda yang berulang sendiri dalam interval waktu tertentu.
Sedangkan, Gerak Harmonik Sederhana adalah gerakan sebuah partikel atau benda
dimana grafik posisi partikel sebagai fungsi waktu berupa sinusoidal (dapat
dinyatakan dalam bentuk sinus atau kosinus). Dalam gerak pada getaran pegas
berlaku hukum Hooke yang menyatakan hubungan hubungan antara gaya F yang meregangkan pegas dan pertambahan panjang pegas Dx pada daerah elastis pegas. Pada daerah elastis, F sebanding dengan Dx. Hal ini dinyatakan dalam bentuk persamaan :
F = k .Dx
……………. (i)
Dengan,
F = gaya yang dikerjakan benda pegas (N)
k = konstanta pegas (N. m-1)
Dx = pertambahan panjang pegas (m)
Konstanta gaya pegas adalah suatu karakter dari suatu pegas yang
menunjukkan perbandingan besarnya gaya terhadap perbedaan panjang yang
disebabkan oleh adanya pemberian gaya tersebut. Satuan konstanta gaya pegas
adalah N/m, dimensi konstanta pegas : [M][T ]-2
Pada waktu pegas ditarik dengan gaya F, pegas mengadakan gaya
yang besarnya sama dengan gaya yang menarik, akan tetapi arahnya
berlawanan (Faksi = -Freaksi).
Jika gaya ini kita sebut dengan gaya pegas Fp, yang besarnya
sebanding dengan pertambahan panjang pegas Dx, sehingga untuk Fp dapat dirumuskan sebagai
Fp = -k .Dx ……………. (ii)
Persamaan (i) dan (ii) secara umum dapat dinyatakan dalam kalimat yang disebut
Hukum Hooke.
Pada daerah elastis benda, gaya yang bekerja
pada benda sebanding dengan pertambahan panjang benda.
Suatu pegas yangng
digantung secara vertikal dan diberi beban di simpangkan ke bawah dan
dilepaskan maka beban akan bergetar dengan periode yang daapat dituliskan :
T = 2p
T = periode (s)
g
= gravitasi (m.s-2)
BAB III
METODE
A. Alat dan Bahan
1. Pegas
2. Stopwatch
3. Mistar
4. Statif
5. Beban
B. Langkah Kerja
Langkah kerja Percobaan 1 :
1. Menyusun alat – alat seperti gambar
2. Mengukur panjang pegas catat hasilnya pada table
3. Menggantungkan beban massa 20 gram pada pegas
4. Mengukur panjang pegas setelah diberi beban
5. Mengulangi langkah 3, dan 4 untuk beban yang berbeda
Langkah kerja Percobaan 2 :
1. Seperti lagkah percobaan 1, langkah 1, 2, 3, dan
4
2. Menyimpangkan beban kebawah 2 cm lalu lepaskan
3. Mengukur waktu dalam 10 x getaran dengan
stopwatch catat hasilnya pada tabel
4. Mengulangi langkah 2 dan 3 dengan beban yang
sesuai percobaan 1
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Hasil
Percobaan 1
|
No
|
Massa
beban (kg)
|
Panjang
pegas l (m)
|
Pertambahan
panjang Dy (m)
|
Nilai
konsante pegas k.(N.m-1)
|
|
1.
|
Tanpa beban
|
0,15
|
0
|
0
|
|
2.
|
20. 10 -3
|
0,155
|
0,005
|
39,2
|
|
3.
|
40. 10 -3
|
0,16
|
0,01
|
39,2
|
|
4.
|
60. 10 -3
|
0,165
|
0,015
|
39,2
|
|
5.
|
80. 10 -3
|
0,17
|
0,02
|
39,2
|
|
6.
|
100. 10 -3
|
0,175
|
0,025
|
39,2
|
|
7.
|
120. 10 -3
|
0,18
|
0,03
|
39,2
|
|
8.
|
140. 10 -3
|
0,185
|
0,035
|
39,2
|
|
9.
|
150. 10 -3
|
0,19
|
0,0375
|
39,2
|
|
No
|
Massa beban (kg)
|
Pertambahan panjang Dy
(m)
|
Waktu 10 x getaran t(sekon)
|
Periode getaran
T(sekon)
|
T2 (sekon)2
|
Nilai gravitasi g(m.s-2)
|
|
1.
|
Tanpa beban
|
0,012
|
02.21
|
0,221
|
0,04881
|
9,6
|
|
2.
|
50 . 10-3
|
0,024
|
03.07
|
0,307
|
0,09429
|
9,9
|
|
3.
|
100 . 10-3
|
0,036
|
03.76
|
0,376
|
0,141367
|
9,9
|
|
4.
|
150 . 10-3
|
0,048
|
04.37
|
0,437
|
0,190969
|
9,8
|
Percobaan 2
B. Analisis Data
Percobaan 1
Grafik antara F (m.g) dan Dy:
|
|
Menghitung nilai k
Nilai rata-rata k :
Percobaan 2 :
Grafik hubungan antara
massa beban (m) dengan kwadrat periode (T2):
|
|
Menghitung besar
gravitasi : g
BAB V
KESIMPULAN
A. Kesimpulan
Setelah melakukan sebuah praktikum mengenai
getaran pegas kita dapat menyimpulkan beberapa hal yang berkaitan dengan
praktikum tersebut
1. Nilai gravitasi
normalnya berkisar diantara 9 – 10
2. Apabila nilai gravitasi
kurang dari normal maka dapat disebabkan oleh beberapa faktor :
a. Angin dan kondisi pegas menjadi masalah utama
yang membuat nilai gravitasi jauh dari normal.
b. Perbandingan panjang suatu pegas berbanding lurus dengan gaya yang
bekerja pada pegas tersebut
3. Beban yang digunakan
berpengaruh terhadap nilai konstante pegas
4. Untuk mendapatkan nilai
gravitasi memperlukan waktu yang dibutuhkan untuk melakukan sebuah getaran.